Lewati ke konten utama
Mangerik.com
Waktu lokal12.00 WIB
AI & Otomasi

Termul: Terminal Manager Open Source Buatan Indonesia

Termul adalah terminal manager open-source buatan developer Indonesia. Kenali fitur, cara install, dan cara ikut kontribusi ke proyek GitHub-nya di sini.

Erik Hidayatullah5 menit baca

Termul terminal manager open source: tampilan aplikasi dengan sidebar proyek, panel agent "What should we do in Termul?", dan file explorer

Jawaban singkat: Termul (Terminal Ultimate Manager) adalah terminal manager desktop open-source buatan developer Indonesia, gnoviawan. Dibangun dengan Tauri dan React, Termul mengatur terminal per proyek lengkap dengan split pane, chat AI agent, Git, SSH, dan editor bawaan. Gratis, berlisensi MIT, dan jalan di Windows, macOS, serta Linux.

Kalau kamu sering buka belasan tab terminal sampai lupa mana yang lagi jalanin server, mana yang lagi git pull, Termul layak kamu coba. Yang bikin bangga: ini proyek open-source buatan anak bangsa, dan banyak kontributornya juga dari Indonesia.

Apa itu Termul?

Termul adalah singkatan dari Terminal Ultimate Manager, aplikasi desktop lintas platform untuk mengelola terminal berdasarkan workspace atau proyek. Repository-nya ada di GitHub gnoviawan/termul dan situs resminya di termul.dev.

Konsepnya sederhana: setiap proyek punya workspace sendiri, lengkap dengan sesi terminal yang tersimpan, snapshot, dan antarmuka bertab. Jadi waktu kamu pindah proyek, susunan terminal kamu ikut pindah juga.

Dan iya, kami tahu. Begitu dengar nama “Termul”, sebagian netizen langsung kepikiran meme “Ternak Mulyono”. Tenang, Termul yang ini isinya terminal, bukan ternak. Satu-satunya yang diternak di sini paling cuma tab terminal kamu. 😄

Siapa yang bikin Termul, dan kenapa ini patut diapresiasi?

Termul dibuat oleh developer Indonesia dengan username GitHub gnoviawan, yang juga kontributor terbesar dengan sekitar 870 commit. Repository-nya dibuat pada Januari 2026 dan masih aktif dikembangkan sampai sekarang.

Per 22 Oktober 2026, data dari GitHub API menunjukkan:

Data Angka
Stars 280
Forks 55
Kontributor (tercatat GitHub) 25
Lisensi MIT
Rilis terbaru v0.4.52 (19 Oktober 2026)
Bahasa utama TypeScript

Dari 25 kontributor itu, setidaknya 10 orang mencantumkan lokasi di Indonesia pada profil GitHub mereka (misalnya Jakarta, Malang, dan Semarang). Sisanya tidak mengisi lokasi, jadi angka sebenarnya bisa lebih banyak. Buat ekosistem open-source Indonesia, ini contoh bagus: bukan cuma pakai tool luar, tapi bikin dan merawat tool sendiri bareng-bareng.

Apa saja fitur utama Termul?

Fitur Termul jauh lebih banyak dari sekadar tab terminal. Berikut ringkasan dari README resminya:

  • Workspace per proyek: terminal diatur per proyek, dengan state dan konfigurasi terpisah.
  • Split pane dan tab: bagi layar jadi beberapa pane yang bisa di-resize, isi dengan terminal, editor, atau tab browser. Tab bisa di-drag antar pane.
  • Banyak shell: mendeteksi PowerShell, CMD, Git Bash, dan WSL di Windows, serta bash, zsh, fish, dan sh di macOS dan Linux.
  • Chat AI agent (ACP): ngobrol dengan agent seperti Claude Agent, Codex, Gemini CLI, Cursor, dan OpenCode langsung di pane. Ada juga fitur “Explain with AI” dan “Fix Command with AI” untuk output terminal.
  • Git dan worktree: stage per hunk, diff side-by-side, history graph, stash, worktree, sampai pesan commit yang dibuat AI.
  • SSH dan SFTP: simpan host, import dari ~/.ssh/config, browse dan edit file remote. Password disimpan di keychain OS.
  • Akses dari HP: aktifkan remote access lewat tunnel cloudflared, scan QR, lalu kendalikan chat agent dari ponsel. Ada juga termul-server untuk server Linux headless.
  • Editor bawaan: code editor, markdown editor (BlockNote) dengan diagram Mermaid, file explorer, dan pencarian proyek pakai ripgrep.
  • Browser tertanam: buka web langsung di dalam workspace tanpa pindah aplikasi.
  • Command palette dan riwayat perintah: Ctrl+K untuk perintah global, Ctrl+R untuk riwayat per proyek.

Kalau kamu suka ngoding bareng AI agent, Termul terasa seperti satu “markas” untuk terminal, agent, dan Git sekaligus. Ini nyambung dengan tren yang pernah kami bahas di artikel AI agent untuk bisnis dan cara cari MCP server untuk Claude dan Cursor.

Bagaimana cara install Termul?

Cara termudah install Termul adalah lewat Homebrew di macOS atau skrip curl di macOS/Linux. Pengguna Windows cukup download installer dari halaman rilis.

Homebrew (macOS):

brew tap gnoviawan/termul
brew install --cask termul

curl (macOS/Linux):

curl -fsSL https://raw.githubusercontent.com/gnoviawan/termul/main/scripts/install.sh | bash

Windows: download file .exe atau .msi dari GitHub Releases Termul. Di halaman rilis juga tersedia paket .deb, .rpm, .AppImage, dan .dmg.

Catatan dari README: download DMG manual lewat browser kadang kena blokir Gatekeeper di macOS, jadi lebih aman pakai Homebrew atau curl.

Bagaimana cara ikut kontribusi ke Termul?

Kamu bisa kontribusi dengan melaporkan bug, mengusulkan fitur, atau mengirim pull request. Panduan lengkapnya ada di CONTRIBUTING.md.

Langkah dasar untuk pull request:

  1. Fork repository, lalu clone fork kamu.
  2. Install dependency dengan bun install (butuh Bun 1.3+ dan Rust stable untuk build Tauri).
  3. Buat branch fitur, misalnya git checkout -b feature/nama-fitur.
  4. Baca AGENTS.md sebelum mengubah arsitektur atau implementasi.
  5. Jalankan bun run test, bun run typecheck, dan bun run lint.
  6. Tes aplikasinya manual, lalu kirim pull request.

Sebelum lapor bug, cek dulu issue yang sudah ada supaya tidak dobel, dan sertakan langkah reproduksi, OS, serta log error. Kontribusi kecil seperti perbaikan dokumentasi juga tetap berarti.

Siapa yang paling cocok pakai Termul?

Termul paling cocok buat kamu yang mengerjakan banyak proyek sekaligus dan sering pakai AI coding agent. Kalau kamu cuma butuh satu terminal sederhana, terminal bawaan OS mungkin sudah cukup.

  • Pilih Termul kalau kamu sering pindah proyek, butuh SSH, Git, dan chat agent dalam satu jendela.
  • Tetap pakai terminal biasa kalau alur kerja kamu ringan dan tidak butuh workspace.

Buat yang lagi bangun produk sendiri, tool seperti ini bisa mempercepat iterasi. Baca juga panduan cara membuat MVP kalau kamu sedang merintis produk digital.

Kesimpulan

Termul membuktikan developer Indonesia bisa bikin dev tool open-source yang serius: fiturnya lengkap, lisensinya MIT, rilisnya rutin, dan komunitas kontributornya banyak diisi orang Indonesia. Kalau kamu suka, cara paling gampang mendukungnya adalah kasih star di GitHub, coba pakai, lalu laporkan bug atau kirim PR.

Nah, sekarang giliran kamu: kamu biasanya buka berapa tab terminal sekaligus waktu ngoding? Tulis di kolom komentar, ya!

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Termul gratis?

Ya. Termul open-source dengan lisensi MIT, jadi gratis dipakai, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang sesuai ketentuan lisensi tersebut.

Termul dibangun pakai teknologi apa?

Termul dibangun dengan Tauri 2 dan React, dengan TypeScript sebagai bahasa utama dan Rust untuk sisi native. State aplikasinya dikelola dengan Zustand.

Apakah Termul bisa dipakai di Linux?

Bisa. Termul mendukung Windows, macOS, dan Linux. Di Linux kamu bisa pakai skrip curl resmi atau paket .deb, .rpm, dan .AppImage dari GitHub Releases.

Apakah Termul punya auto-update?

Ya. Termul punya auto-updater bawaan dengan artefak yang ditandatangani, jadi kamu dapat notifikasi dan bisa update tanpa keluar dari aplikasi.

  • #termul
  • #open-source
  • #developer-tools
  • #indonesia
  • #terminal

Siap mewujudkan idemu?

Ceritakan kebutuhanmu, kami balas dalam 1 hari kerja dengan rencana dan estimasi awal.

Mulai proyek

Ceritakan idemu, kami balas dalam 1 hari kerja dengan rencana dan estimasi awal.