Cara Menulis Prompt AI: Rumus 4 Bagian untuk Pemula
Cara menulis prompt AI biar jawabannya bener: pakai rumus peran, tugas, konteks, format. Lengkap dengan contoh prompt caption es kopi gula aren.

Jawaban singkat: Cara menulis prompt AI yang bagus itu pakai rumus 4 bagian: peran (AI jadi siapa), tugas dengan kata kerja (tulis, rangkum, buat), konteks (buat siapa, tujuannya apa), dan format (panjang, gaya, bentuk). Kalau hasilnya belum pas, jangan mulai dari nol. Balas aja di chat yang sama dan minta revisi.
Ini artikel Part 2 dari seri video AI dari nol. Di Part 3 kita bahas 3 tool AI gratis buat pemula.
Kenapa jawaban AI kamu sering jelek?
Biasanya karena prompt-nya kurang info, bukan karena AI-nya bodoh. AI nggak bisa baca pikiran kamu. Apa yang nggak kamu tulis bakal ditebak, dan tebakannya sering generik. (Ini pendapat kami berdasarkan pengalaman, bukan hasil riset.)
Kabar baiknya, kamu nggak perlu jago teknis. Cukup kasih informasi yang jelas.
Apa rumus 4 bagian prompt AI?
Rumusnya: peran, tugas, konteks, format. Google pakai empat area yang mirip di panduan resmi menulis prompt Gemini, yaitu Persona, Task, Context, Format.
| Bagian | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Peran | AI berperan sebagai siapa | “Kamu copywriter media sosial untuk kedai kopi” |
| Tugas | Yang harus dikerjakan, pakai kata kerja | “Tulis 3 caption Instagram” |
| Konteks | Latar belakang: produk, target, tujuan | “Produk es kopi susu gula aren Rp15 ribu, target mahasiswa Jogja, buat promo minggu ini” |
| Format | Bentuk hasil yang kamu mau | “Maksimal 2 kalimat per caption, santai, pakai 1 emoji, akhiri dengan ajakan mampir” |
Menurut Google Docs Editors Help, bagian tugas sebaiknya pakai kata kerja, misalnya summarize, write, change the tone, create. Google juga bilang kamu nggak harus pakai keempatnya, tapi makin banyak yang terisi biasanya makin terarah hasilnya.
Intinya: peran bikin gaya bahasanya pas, tugas bikin AI tahu harus ngapain, konteks bikin hasilnya relevan, format bikin hasilnya siap pakai.
Seperti apa contoh prompt jelek vs prompt bagus?
Contohnya kita pakai kasus caption es kopi gula aren. Produk dan angkanya cuma contoh.
Prompt jelek:
bikinin caption
AI nggak tahu caption buat apa, buat siapa, atau mau gaya apa. Hasilnya hampir pasti datar.
Prompt bagus:
Kamu copywriter media sosial untuk kedai kopi kecil. Tulis 3 caption Instagram untuk es kopi susu gula aren seharga Rp15 ribu. Targetnya mahasiswa di Jogja, tujuannya promo minggu ini. Pakai bahasa santai, maksimal 2 kalimat per caption, 1 emoji, dan akhiri dengan ajakan mampir.
Prompt kedua ini punya keempat bagian: peran (copywriter kedai kopi), tugas (tulis 3 caption), konteks (produk, harga, target, tujuan), dan format (gaya, panjang, emoji, ajakan).
Bagaimana cara revisi kalau hasilnya belum pas?
Balas aja di chat yang sama, jangan bikin chat baru. AI masih ingat percakapan sebelumnya, jadi kamu cukup kasih instruksi tambahan. Google juga menyarankan ini dengan tips make it a conversation: pakai prompt lanjutan buat memperbaiki hasil.
Contoh balasan revisi:
- “Lebih singkat lagi, satu kalimat aja.”
- “Ganti gayanya jadi lebih lucu.”
- “Caption nomor 2 bagus, bikinin 3 variasi dari itu.”
- “Hilangkan emoji-nya.”
Anggap AI itu teman ngobrol, bukan mesin sekali tembak.
Apakah rumus ini cuma berlaku untuk ChatGPT?
Nggak. Rumus 4 bagian ini bisa dipakai di chatbot AI apa pun, misalnya ChatGPT, Gemini, Claude, atau Copilot. Panduan Google memang ditulis untuk Gemini, tapi prinsipnya sama: makin jelas instruksi kamu, makin kecil AI harus menebak.
Kalau kamu sudah lancar menulis prompt, langkah berikutnya bisa coba AI agent untuk bisnis atau bikin hal seru seperti game pakai AI tanpa coding di Google Labs Playground.
Apa yang harus kamu ingat dari Part 2?
- Tulis peran, tugas (pakai kata kerja), konteks, format.
- Nggak harus lengkap empat, tapi makin lengkap makin terarah.
- Belum pas? Balas dan revisi di chat yang sama.
- Tetap cek hasil AI sebelum dipakai.
Lanjut ke Part 3: 3 tool AI gratis buat pemula.
Dari 4 bagian tadi, mana yang paling sering kamu lupa: peran, tugas, konteks, atau format? Tulis di komentar ya!
Pertanyaan yang sering diajukan
Seberapa panjang prompt AI yang ideal?
Nggak ada angka pasti. Cukup panjang untuk memuat peran, tugas, konteks, dan format yang kamu butuhkan. Biasanya 2-5 kalimat sudah cukup untuk tugas sederhana.
Boleh nggak menulis prompt dalam bahasa Indonesia?
Boleh. Chatbot AI populer seperti ChatGPT dan Gemini bisa memahami bahasa Indonesia. Tulis saja senatural kamu ngobrol.
Kenapa AI kadang mengarang fakta walau prompt-nya bagus?
Prompt yang bagus bikin hasil lebih terarah, tapi AI tetap bisa salah. Selalu cek fakta, angka, dan nama sebelum kamu pakai hasilnya.
Perlu bikin chat baru untuk tiap revisi?
Nggak perlu. Lebih efektif membalas di chat yang sama karena AI masih menyimpan konteks percakapan sebelumnya.
Siap mewujudkan idemu?
Ceritakan kebutuhanmu, kami balas dalam 1 hari kerja dengan rencana dan estimasi awal.

